#14 Ami

Yang dipikiranku akhir-akhir ini adalah Ami.

Aku ingin Ami kembali pulang ke pelukanku, berada dalam pengasuhanku.

Betapa sedihnya ternyata kebersamaan bersama anak sendiri menjadi sesuatu yang mahal.

Perjuanganku, menurutku, tidak mudah.

Ami masih harus membiasakan makan bersamaku, dia (masa ini) masih mau makan hanya bersama neneknya.

Untuk melatihnya makan bersamaku kembali pun tidak mudah. Aku sudah kehabisan waktu tinggal di dekatnya. Sekarang rumahku 14 km lebih jauh darinya. Dan perjalanan kesana naik motor dengan menghadapi perjalanan jauh nan macet pun melelahkan. Terlebih, adik-adikku mengusirku karena mereka menginginkan privasi dan terlebih aku juga sudah menikah, sudah disediakan tempat tinggal oleh suami. Mereka mengolok-olokku dan menyepelekanku karena aku ibu rumah tangga tidak berpenghasilan dan tidak pandai mengurus apapun.

Sekarang yang ada di pikiranku,

1. Bagaimana aku bisa mencari uang secepatnya?

2. Bagaimana aku bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak di sekitar rumahku?

3. Bagaimana aku bisa mendapatkan mobil kecil (minimal karimun, ayla) supaya aku bisa bepergian membawa kedua anak-anakku yang masih sangat kecil?

4. Bagaimana aku bisa membeli kebutuhan-kebutuhan untukku dan anak-anakku dengan ruang yang lebih lapang?

Bagaimana mencukupi semua kebutuhan ini?

Entahlah.

Yang aku tahu,

Aku punya tangan.

Aku punya pikiran.

Aku punya Allah.

...

Aku punya Allah.

Komentar

Postingan Populer