Antara Cucian dan Tulisan
Gambar oleh Nick Morrison dari Unsplash Sudah 30 hari lamanya aku menjalani tantangan menulis blog di akun Mediumku. Ada hal yang terasa tak biasa sejak aku menjalaninya—terutama saat aku kembali ke kesibukan pekerjaan rumah tangga: mencuci baju, mencuci piring, memasang sprei, merapikan rumah, mengurus anak, dan sebagainya. Seharusnya semua itu adalah kegiatan normal yang biasa kulakukan—bahkan otomatis. Tapi sekarang, rasanya berbeda. Menulis membuatku terpaksa mengatur waktu dengan lebih baik dan penuh kesadaran. Kurasa menulis blog tidak semudah menulis status di media sosial. Menulis status terasa cepat, impulsif, dan intuitif—tidak terlalu menguras pikiran, tenaga, dan waktu. Tapi ketika menulis blog, aku ingin tulisanku terstruktur, mengalir, nyaman dibaca, dan tidak sembarang bicara—terlebih ketika menggunakan bahasa asing. Sering kali, setelah satu jam fokus menulis, kepalaku mulai terasa pusing. Rasanya ingin segera merebahkan diri dan “bertamasya”...

.jpg)