Kayra dan Gaun Impiannya


Kayra merupakan anak perempuan yang gemar dengan hal-hal cantik. Ia senang ketika melihat berbagai macam kain yang indah.

Suatu hari, ada pesta kostum di kotanya. Kayra ingin hadir ke sana. Dia membayangkan dirinya mengenakan gaun yang cantik, berwarna warni, penuh renda, dan berkilauan.

Keesokan harinya, Kayra pergi ke toko kain di tengah kota. Alangkah bahagianya dia ketika masuk ke toko, banyak kain-kain cantik yang terpajang. Kain sutra yang halus, jacquard bermotif bunga, katun jepang yang lembut, renda prancis yang anggun, dan organza yang berkilau. Semuanya tampak cantik, berkilauan, dan berwarna-warni. Kayra membeli beberapa jenis kain yang terdiri dari katun jepang berwarna kuning, jacquard bermotif bunga mawar merah keemasan, dan renda prancis berwarna putih gading.

Sepulang dari toko, Kayra mulai merancang gaun yang akan dia pakai. Kayra membayangkan gaun pesta dengan rok yang mengembang berlapis-lapis, atasan yang pas dengan tubuhnya, serta lengan baju yang anggun. 

Kayra mulai membuka buku pola baju yang dia punya. Ia mengukur badan terlebih dulu, kemudian ia menggambar setiap potong pola bajunya. Potongan pola baju itu disesuaikan pada semua kain dan akhirnya kain-kain itu dibentuk sesuai polanya masing-masing. Semua potongan baju itu kemudian ditempelkan ke manekin sesuai pada tempatnya dengan jarum pentul.

Kemudian Kayra mulai menggabungkan kain-kain itu dengan jahitannya. Kayra menjahitnya perlahan-lahan mulai dari badan, lengan, dan roknya. Namun, karena Kayra baru belajar menjahit, hasilnya kurang rapi. Ada jahitannya yang miring, dan berkerut.

Kayra mengenakan gaun yang telah dibuatnya. Dia menatap dirinya sendiri di cermin dengan ragu.

“Hmm… bagian pinggangnya berkerut… Roknya juga. Kenapa bagian depannya miring, ya?” gumamnya.

Di tengah Kayra menilai hasil karyanya, Ibu yang membawa baju-baju yang baru disetrika menghampiri Kayra.

“Gaun yang indah.” puji Ibu mendekati Kayra

“Ini gaun yang aku buat sendiri untuk pesta kostum, bu.” balas Kayra kepada Ibu.

“Wah, hebat sekali Kayra.” Ibu bertepuk tangan kecil.

“Terima kasih, bu. Tapi, hasilnya jauh dari yang aku bayangkan.” ujar Kayra pelan.

“Sini Ibu lihat…” Ibu memerhatikan gaun Kayra dengan seksama.

“Oh iya, memang benar. Ada beberapa bagian yang tidak rapi.” kata ibu sambil menyentuh badan gaun Kayra.

“Tapi lihatlah, semua kain-kain ini membaur dengan indah. Dan kamu berhasil menyatukannya, Kayra.” ujar Ibu menyemangati Kayra. Ibu memegang kedua pundak Kayra dan menghadapkannya ke cermin.

“Memang belum sempurna, tapi gaun ini buatanmu sendiri. Itu sudah sangat berarti.” lanjut Ibu tersenyum lembut.

Kayra terdiam. Ia kembali menatap gaunnya di cermin.

Kayra mencoba berputar perlahan. Meskipun kainnya bertumpuk-tumpuk, tapi warna-warna kain yang berbeda-beda itu seperti membentuk harmoni warna yang hangat. Meskipun jahitannya belum rapi, tapi Kayra berhasil menyatukan semua potongan pola kainnya menjadi satu gaun pesta yang utuh.

“Mungkin… tidak seburuk yang aku kira…” Kayra mulai tersenyum sedikit.

...

Hari pesta kostum pun tiba.

Kayra pergi ke pesta mengenakan gaun yang ia rancang dan dipadukan dengan tas tangan merah berantai emas dan sepatu warna merah bercorak bunga kuning.

Pestanya begitu meriah. Banyak orang dengan berbagai macam kostum di sana. Ada yang bergaya seperti orang eropa di masa lalu, ada yang mengenakan busana tradisional, bahkan ada juga yang mengenakan kostum hewan.

Salah seorang gadis bergaun merah muda menghampiri Kayra.

“Wah, gaunmu cantik sekali. Kaya akan warna. Dimana kamu membelinya?” pujinya.

“Terima kasih. Aku membuatnya sendiri.” jawab Kayra tersipu malu.

“Wah, hebat sekali. Aku suka rancanganmu. Ayo kita berteman dan membuat baju bersama-sama suatu hari!” ajak gadis itu.

“Ayo!” Kayra menjawab gadis itu dengan gembira.

Meskipun gaun Kayra bukan gaun mewah yang terbaik, tapi Kayra gembira mengenakan pakaian yang telah ia buat sendiri. Saat itu Kayra mengerti, hal-hal yang acak bila dirangkai dengan usaha dan keberanian juga bisa menjadi sesuatu yang indah.

Tulisan ini merupakan bagian dari Tantangan Mamah Gajah Ngeblog Bulan April dengan tema “Cerita Random”.

Komentar

  1. Keren bgt teh bila ceritanya :" aku save dulu utk suatu saat aku jdkan bahan cerita ke anakku pas udh agak gedean hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aih, alhamdulillaah terima kasih teh Dian. Jadi terharu 😭

      Sebenarnya cerpen ini refleksi dari perjalananku menulis artikel yang sampai sekarang belum dipublikasi 🤣
      Semua informasi sudah dikumpulkan, tapi alurnya tidak mengalir. Jadi rasanya kayak punya kain-kain mahal yang ditempel doang ahahahaha 😭

      Hapus
  2. Semangat Teh Bela, ditunggu cerita - cerita lainnya ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, teh. Terima kasih juga atas dukungannya yang hangat 🥰

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

A Letter to My Younger Self

#10 HAAAAHHH!!!! ((Kegajeboan))