#08 Adaptasi Rumah Tangga

 Bismillaah. Assalamu'alaykum warohmatullahi wabarokaatuh. Bela disini.

Hai para bestie, apa kabar? Semoga kalian semua sehat selalu dan selalu diberikan kenikmatan oleh Allah subhanahu wa ta'ala, ya.

Sekarang sudah akhir bulan Mei, hoy hoy.

Aku baru punya waktu luang lagi buat nulis-nulis dan menyentuh laptop akhir-akhir ini. Setelah bulan puasa, 'idul fitri, mudik ke Medan bersama suami, akhirnya aku beristirahat sejenak di rumah orang tuaku untuk beberapa hari. Alhamdulillaahi bini'mati tattimush shaalihaat, nikmat dari Allah yang harus disyukuri karena orang tuaku masih sehat dan bugar. Entah kapan lagi aku punya waktu untuk menyentuh laptop lagi karena adaptasi kehidupan rumah tangga yang aku jalani rasanya masih jauh dari kondisi stabil dari segi pengaturan kegiatan dan jadwalnya. Tapi yang aku tahu, aku ingin mengembangkan kemampuan menulisku lagi. Semoga Allah berikan aku kekuatan, pemahaman, waktu luang, dan kemudahan untuk mewujudkan keinginan-keinginanku untuk mengembangkan diri.

Aku mungkin ingin memberitahukan kabarku setelah sekian lama menghilang. Mungkin para pembaca bertanya-tanya dari judul postingan ini dan kata 'suami' di paragraf sebelumnya. Benar sekali, aku sudah menikah di bulan Desember 2022. Banyak kejadian yang sudah dilewati selama proses menuju pernikahanku yang membuatku sibuk. Saking sibuknya, banyak hal yang aku lupakan sehingga banyak orang juga tidak berkenan dengan sikapku waktu itu. Di balik semua kejadian yang terjadi, alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik.

Setelah menikah, banyak hal yang berubah. Waktu sebelum menikah, banyak kebutuhan dan rutinitas harianku yang diakomodasi oleh orang tua. Sekarang, kebutuhan-kebutuhan dan rutinitas-rutinitas tersebut harus aku sediakan sendiri seperti makan, mencuci dan menyetrika pakaian, serta merapikan rumah. Dan sejujurnya sampai sekarang aku masih kewalahan menjalani hal-hal ini (sepertinya isi jurnalku mayoritas mengeluh tentang kewalahan yang aku alami, ya? haha). Semoga Allah memberikanku kemudahan dalam menjalani kegiatan rumah tangga ini. Aamiin.

Sebenarnya banyak sekali yang ingin aku tulis, tapi aku ingin mencukupkan tulisanku sampai sini dulu untuk sekarang. Aku menulis ini langsung dari blogger, tanpa review apa yang keluar dari jariku. Aku ingin lebih mindful terhadap apa yang aku keluarkan dari pikiran, mulut, dan tanganku. Semoga Allah memudahkan keinginanku dan menjagaku dimanapun aku berada.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A Letter to My Younger Self

Kayra dan Gaun Impiannya

#10 HAAAAHHH!!!! ((Kegajeboan))