Rukun Iman 4 : Beriman Kepada Malaikat

Pertama, kita perlu mengetahui bahwasannya iman kepada malaikat merupakan salah satu pokok keimanan seorang muslim. Sehingga konsekuensinya keimanan seseorang tidak akan sah kalau dia tidak beriman dengan malaikat.

Definisi Malaikat

Malaikat didefinisikan oleh para ulama adalah makhluk ghaib mulia yang senantiasa patuh kepada Allah yang diciptakan dari cahaya. Maksud dari mahkluk ghaib adalah yang tidak terlihat oleh mata namun ada. Dan makhluk ini selalu patuh kepada Allah, tidak pernah berbuat maksiat kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Di dalam al-Quran surat at-Tahrim ayat 6, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

(malaikat) tidak pernah durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka. Setiap yang diperintahkan oleh Allah selalu mereka tunaikan (QS. At Tahrim: 6)

Para malaikat itu tidak pernah berbuat maksiat terhadap apa yang diperintahkan Allah. Apapun yang diperintahkan oleh Allah, mereka jalankan.

Kita ulangi definisi malaikat, makhluk gaib mulia yang senantiasa patuh kepada Allah dan diciptakan dari cahaya. Ini salah satu yang membedakan antara malaikat dengan manusia dan jin, malaikat diciptakan dari cahaya. Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, dalam hadits Riwayat Muslim,

خُلِقَتِ الْمَلاَئِكَةُ مِنْ نُورٍ

Malaikat itu diciptakan dari نُورٍ., cahaya.

Makna Iman Kepada Malaikat

Para ulama mengatakan bahwa iman kepada malaikat artinya adalah meyakini dengan pasti, tidak ada keraguan. Meyakini dengan pasti keberadaan malaikat, dan bahwa mereka hamba Allah yang mulia, serta memiliki karakteristik khusus yang disebutkan dalam kitab dan sunnah.

Cakupan Iman Kepada Malaikat

1.      Meyakini keberadaan malaikat.

Meyakini bahwa malaikat itu ada dan nyata. Nyata itu maksudnya bukan ilusi, khayalan, atau sesuatu yang diangan-angan, betul-betul ada. Karena ada sebagian orang berpemahaman bahwa malaikat itu adalah keinginan untuk melakukan kebaikan. Yang namanya itu sesuatu yang ada di angan-angan, tidak memiliki wujud. Ini pemahaman yang keliru. Malaikat betul-betul ada, dan inilah pemahamannya para Rasul dan kaum mukminin. Sebagaimana yang ditegaskan oleh Allah dalam al-Quran surat al Baqarah ayat 285. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

 

ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَـٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ

 

Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (al-Quran) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya (QS. Al Baqarah: 285)

 

Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam beriman dengan apa yang diturunkan oleh Allah di dalam al-Quran, begitu pula kaum mu’minin. Semuanya (yaitu nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kaum mukminin), mereka beriman terhadap Allah, malaikat, kitab-kitab, dan rasul-rasul. Jadi, nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kaum mukminin, mereka percaya bahwa malaikat itu ada. Dan kita sebagai umat islam harus mengikuti nabinya, percaya. Walaupun kita belum pernah melihat. Kenapa kita percaya walaupun kita belum pernah melihat? Karena Allah mengabarkan tentang adanya malaikat tersebut.

Kemudian, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat sendiri wujud malaikat dalam bentuk aslinya atau ketika malaikat berubah bentuk. Jadi malaikat itu punya kelebihan antara lain bisa berubah bentuk. Nabi kita shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat malaikat dalam bentuk aslinya, yaitu malaikat Jibril. Sebagaimana diceritakan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dalam hadits Riwayat Muslim,

 

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى جِبْرِيلَ لَهُ سِتُّمِائَةِ جَنَاحٍ

 

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat Jibril, dengan 600 sayap.”  (HR. Bukhari 3232 dan Muslim 174)

 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat malaikat Jibril dalam bentuk aslinya memiliki 600 sayap. Dan jangan dibayangkan sayapnya itu seperti burung Pipit. Kita dengarkan kalau tadi dari hadits Riwayat Muslim, tambahan dalam Riwayat Ahmad dan isnadnya dinyatakan shahih oleh Syaikh Ahmad Syakir ada tambahan,

 

كُلﱡجَنَاحِلْمِنْهَاقَتْ سَدﱠالُٔفُوق

 

Satu sayapnya telah memenuhi ufuk.

 

Ufuk itu jarak timur sampai barat. Itu hanya satu sayapnya. Padahal ada 600 sayap. Di dalam al-Quran juga diceritakan, ada manusia-manusia istimewa pernah melihat malaikat. Contohnya Maryam pernah melihat malaikat Jibril ketika malaikat Jibril berubah penampilan seperti manusia. Kadang malaikat Jibril memerlihatkan manusia dalam bentuk aslinya, bentuk aslinya punya 600 sayap. Kadang-kadang malaikat Jibril berubah dalam bentuk manusia. Pada saat itu Maryam ingin menyendiri dari keluarganya. Maka beliau menyendiri di Baitul Maqdis. Kemudian beliau tutupi ruangannya dengan kain. Ketika beliau disitu beribadah, tahu-tahu muncul manusia. Diceritakan dalam surat Maryam ayat 17-19.

 

فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا

 

Maka dia (malaikat Jibril) menampakkan diri di hadapannya dalam bentuk manusia yang sempurna (QS. Maryam: 17)

 

Malaikat Jibril muncul dalam bentuk manusia yang sempurna. Manusia sempurna berarti lengkap, ada kepalanya, tangannya, ada kakinya. Itu maksudnya sempurna. Maryam melihat, dan saat itu Maryam belum tahu siapa ini. Maka Maryam pun berkata,

 

إِنِّىٓ أَعُوذُ بِٱلرَّحْمَـٰنِ مِنكَ إِن كُنتَ تَقِيًّا

 

“Sungguh, aku berlindung kepada Tuhan yang Maha Pengasih terhadapmu, jika engkau orang yang bertakwa.” (QS. Maryam: 18)

 

“Aku mohon perlindungan kepada Allah darimu, kalau engkau benar-benar orang yang bertakwa.” Maryam ini orang yang terhormat, sedang berada di sebuah ruangan beribadah kok muncul seorang laki-laki. Maka Maryam pun segera memohon perlindungan kepada Allah. Lalu malaikat Jibril baru menyampaikan,

 

إِنَّمَآ أَنَا۠ رَسُولُ رَبِّكِ لِأَهَبَ لَكِ غُلَـٰمًا زَكِيًّا

 

“Sesungguhnya aku hanyalah utusan Tuhanmu untuk menyampaikan anugerah kepadamu seorang anak laki-laki yang suci.” (QS. Maryam: 19)

 

Kata Jibril, “Tidak perlu khawatir, aku ini utusannya Allah. Aku datang untuk memberikan kabar kepadamu bahwa kamu akan dikaruniai anak.” Dari kutipan ayat ini dapat diketahui bagaimana malaikat Jibril yang terlihat oleh Maryam dalam bentuk manusia. Berarti malaikat itu benar-benar ada. Dan siapapun yang tidak memercayai keberadaan malaikat, maka dia telah tersesat. Tersesat jauh dari jalan yang lurus. Sebagaimana yang ditegaskan Allah dalam surat an-Nisa ayat 136. Disitu Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan,

 

وَمَن يَكْفُرْ بِٱللَّهِ وَمَلَـٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَـٰلًۢا بَعِيدًا

 

Barang siapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh (QS. An Nisa: 136)

 

Barang siapa tidak percaya dengan adanya Allah, malaikat, kitab-kitab, rasul-rasul, dan hari kiamat, sungguh, orang tersebut telah tersesat sangat jauh.

 

2.      Meyakini bahwa malaikat hamba Allah.

Ketika kita meyakini bahwa malaikat hamba, maka konsekuensinya hamba itu tidak boleh disembah. Makannya orang-orang yang menyembah malaikat terjerumus ke dalam perbuatan syirik, sekalipun yang disembah adalah malaikat. Karena sudah dipelajari bahwa diantara bentuk keimanan kita kepada Allah adalah cakupan yang keempat, yaitumengimani Uluhiyyah Allah, yaitu meyakini bahwa Allah satu-satunya yang berhak disembah. Siapapun selain Allah tidak boleh disembah. Sekalipun itu adalah malaikat. Makannya di dalam al-Quran, diceritakan bahwa kaum musyrikun, mereka mengklaim bahwa Allah punya anak, anaknya adalah malaikat, dan malaikat adalah anak perempuannya Allah. Mereka sendiri malu kalau punya anak perempuan, tapi begitu bicara tentang malaikat, katanya malaikat anak perempuannya Allah. Dalam surat al-Anbiya ayat 26. Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan perkataannya kaum musyrikin,

 

وَقَالُوا۟ ٱتَّخَذَ ٱلرَّحْمَـٰنُ وَلَدًا ۗ سُبْحَـٰنَهُۥ ۚ بَلْ عِبَادٌ مُّكْرَمُونَ

Dan mereka berkata, “Tuhan Yang Maha Pengasih telah menjadikan (malaikat) sebagai anak.” Mahasuci Dia. Sebenarnya mereka (para malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan. (QS. Al Anbiya: 26)

 

Mereka (kaum musyrikin) berkata bahwa Allah punya anak, yaitu malaikat. Maka langsung dibantah oleh Allah, Maha Suci Allah, para malaikat adalah hamba-hamba dimuliakan. Sekali lagi, konsekuensi kita meyakini bahwa malaikat hamba berarti tidak boleh disembah.

 

3.      Mempercayai karakteristik mereka yang disebutkan dalam al-Quran dan sunnah.

Perlu dipahami bahwasannya malaikat merupakan salah satu makhluk yang sering sekali disebutkan di Al-Quran dan sunnah, bahkan beberapanya disebutkan sebagai judul surat al-Quran. Seperti ash-Shaffat yang berarti malaikat yang berbaris-baris.  Ketika Allah dan Rasulnya shallallaahu ’alaihi wa sallam menyebutkan dalam al-Quran dan hadits, banyak dijelaskan di situ karakteristik yang mencakup nama, sifat dan tugas para malaikat. Kalau disebutkan secara detil, maka kita imani secara detil. Kalau disebutkan secara global, maka kita imani secara global.

 

3.1.            Nama-Nama Malaikat

Ada malaikat-malaikat yang namanya disebutkan detil seperti Jibril, Mikail, Isrofil, Munkar Nakir, Malakul Maut, dan ada nama-nama malaikat yang lain, Malik, Penjaga neraka. Kalau sudah disebutkan detil seperti itu, maka kita beriman ada malaikat Namanya Jibril. Dan ada malaikat-malaikat yang namanya tidak disebutkan secara detil. Contoh, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bercerita,

 

يُؤتى بالنارِ يومَ القيامةِ لها سبعون ألفَ زمامٍ مع كلِّ زمامٍ سبعون ألفَ ملَكٍ يجرُّونَها

 

Neraka (Jahannam) pada hari kiamat akan didatangkan, ia memiliki 70.000 tali. Pada setiap talinya terdapat 70.000 malaikat yang menariknya” (HR. Muslim no: 2842).

 

Pada hari kiamat nanti, neraka akan didatangkan dengan diikat 70.000 tali oleh malaikat. Setiap satu tali digeret oleh 70.000 malaikat. 70.000 × 70.000 = 4.900.000.000. 4,9 miliar malaikat yang tidak disebutkan namanya secara detil, tidak perlu mengarang-ngarang nama mereka siapa. Maka kita yakini ada malaikat-malaikat di hari kiamat dapat tugas untuk menarik neraka. Jumlahnya 4,9 miliar. Ini terkait nama-nama malaikat.

 

3.2.            Tugas-tugas malaikat

 

Malaikat diciptakan oleh Allah dengan tugasnya masing-masing. Ada yang bertugas di alam semesta, ada yang ditugasi bersinggungan langsung dengan manusia. Contoh malaikat yang tugasnya di alam semesta adalah malaikat pembawa Arsy. Tugasnya mengusung ‘Arsy. Ada malaikat yang tugasnya menjaga surga. Ada malaikat yang tugasnya menjaga neraka, malaikat yang tugasnya mengatur hujan, dan lain-lain. Dan ada malaikat yang tugasnya berhubungan langsung dengan manusia. Contoh, ada malaikat yang ditugasi untuk menulis amalan manusia, kemanapun dan dimanapun, dia selalu bersama dengan kita. Ada juga malaikat yang tugasnya menjaga. Nanti kita akan sebutkan, insyaa Allaah dalilnya. Selalu menjaga manusia seandainya belum saatnya mati kecelakaan, maka dia akan dijaga oleh malaikat tersebut supaya tidak mati sekalipun terjadi bencana bumi hebat. Ada malaikat yang tugasnya mencabut nyawa yang bernama Malakul maut. Dan ada yang tugasnya nanti menanti di kuburan, menanyai orang-orang yang ada dalam kuburan, yaitu munkar dan nakir. Dan masih ada malaikat-malaikat dengan tugas-tugas yang lainnya.

 

3.3.            Sifat-sifat malaikat

 

Berbicara tentang sifat malaikat, ada sifat fisik, ada sifat akhlak. Sifat fisiknya malaikat contohnya malaikat diberikan sayap oleh Allah. Dan perlu diketahui bahwasannya sayap malaikat itu tidak sama jumlahnya. Dalam surat Faatir ayat pertama, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

 

جَاعِلِ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ رُسُلًا أُو۟لِىٓ أَجْنِحَةٍ مَّثْنَىٰ وَثُلَـٰثَ وَرُبَـٰعَ ۚ يَزِيدُ فِى ٱلْخَلْقِ مَا يَشَآءُ

 

Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga, dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki. (QS. Faatir: 1)

 

Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan malaikat sebagai utusan-Nya, dan malaikat itu punya sayap. Ada yang sayapnya dua, ada yang sayapnya tiga, ada yang sayapnya empat, dan ada yang ditambahi jumlah sayapnya oleh Allah terserah seperti Jibril.

Termasuk sifat fisiknya malaikat, tidak makan tidak minum. Makannya ketika bertamu kepada salah seorang nabi disuguhi, ternyata makanannya nggak disentuh sama sekali. Ternyata itu adalah malaikat. Dan malaikat tidak menikah dan tidak punya anak. Tidak nikah dan tidak punya anak. Kalau sifat akhlak, mereka akhlaknya mulia, baik. Tadi kita sudah sampaikan di muka, mereka malaikat tidak pernah berbuat maksiat kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

 

Dan kita harus hati-hati ketika berbicara tentang malaikat. Karena malaikat makhluk gaib. Ada sebagian orang mengada-ada tentang malaikat. Contoh, malaikat itu bisa jadi khoddam, pembantu. Siapa yang ingin punya khoddam malaikat, maka harus bayar mahar ke Dukun. Ini pembodohan. Tidak ada malaikat yang tugasnya jadi pembantu. Kalau pembantu berarti bisa disuruh-suruh dan yang bisa menyuruh malaikat hanya Allah. Apalagi biasanya kalau sudah punya khoddam mintanya harta, seperti ke tuyul. Jadi bohong kalau misalnya ada orang mengaku jualan khoddam malaikat. Karena tidak ada pekerjaan malaikat namanya khoddam. Lagipula yang bisa memerintahkan malaikat hanya Allah subhanahu wa ta’ala. Jadi malaikat itu makhluk gaib. Tidak boleh kita bicara asal-asalan. Harus ada dalilnya, al-Quran, hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Buah Beriman Kepada Malaikat.

1.      Meneladani kebajikan para malaikat.

Tadi sudah disampaikan bahwa malaikat itu tidak pernah berbuat maksiat. Maka berusahalah walaupun mustahil. Karena manusia pasti melakukan maksiat, tapi berusahalah untuk menjadi manusia yang baik. Para malaikat punya kedudukan yang tinggi di sisi Allah karena mereka adalah makhluk yang baik. Maka kalau kita ingin menjadi makhluk yang punya kedudukan di sisi Allah, jadilah makhluk yang baik. Ada malaikat yang tugasnya selalu sujud mulai dari diciptakan sampai hari kiamat. Ada malaikat yang selalu bertasbih. Ada malaikat yang tugasnya berdzikir, ada yang ruku’ terus. Dan ada yang tugasnya meniup terompet. Kalau kalian tahu bagaimana tugasnya malaikat tersebut, maka kita akan mengetahui bertapa beratnya tugas malaikat ini. Karena semenjak diciptakan oleh Allah dan mendapatkan tugas meniup terompet, malaikat tersebut sudah siap meletakkan terompet itu di depan mulutnya dan melihat ke arah Allah ‘azza wa jal, tidak lengah sedetikpun.

 

2.      Menghadirkan rasa syukur kepada Allah.

Karena Allah sayang dan baik kepada kita, urusan-urusan kita di dunia ini banyak dibantu oleh malaikat. Mulai dari urusan yang sifatnya ukhrawi, Allah menurunkan wahyu melalui malaikat Jibril, untuk kehidupan hati kita. Untuk kehidupan fisik kita, Allah menugaskan malaikat Mikail yang tugasnya memberi rezeki dan hujan. Untuk kehidupan keseharian kita, Allah menugaskan para malaikat-malaikat yang setiap hari menjaga keselamatan kita. Allah berfirman dalam surat at-Thariq ayat 4,

 

إِن كُلُّ نَفْسٍ لَّمَّا عَلَيْهَا حَافِظٌ

 

Setiap orang pasti ada penjaganya. (QS. At Thariq: 4)

 

Setiap jiwa ada malaikat penjaganya. Tugasnya malaikat ini adalah menjaga Bani Adam seandainya belum saatnya mati, walaupun terkena musibah seberat apapun dia tidak akan mati. Dia akan dijaga. Makannya jangan kaget kalau ada kecelakaan satu bis mati semua kecuali satu orang. Itu bukan karena dia sakti, Tapi karena dia belum waktunya mati. Makannya dijaga oleh malaikat supaya tidak mati.

Bencana bumi, ada orang tertimbun sampai berhari-hari ternyata masih hidup, itu karena dijaga oleh malaikat dan belum saatnya dia ajalnya itu belum tiba. Kisah nyata, saya pernah punya dosen ketika masih kuliah di Madinah, dia cerita tentang kisah yang beliau alami sendiri. Beliau cerita, suatu saat beliau naik mobil kecil di jalanan. Di tengah jalan dia tertahan lampu merah perempatan. Maka akhirnya dia pun berhenti. Begitu lampu hijau, dia langsung jalan. Tanpa sadar bahwa dari arah sebelah sana itu ada truk kontainer besar yang sedang ngebut, tidak ingin tertahan lampu merah. Karena begitu dia sedang ngebut-ngebutnya, disini lampunya kuning. Dan dia tidak ingin tertahan lampu merah. Maka begitu dia melihat lampu kuning, karena dia sudah terlanjur menginjak gas, mau ngerem kan sulit, maka dia gas. Berarti kenceng-kencengnya sedangkan ini baru jalan. Tertabraklah beliau. Orang-orang yang ada di situ teriak semua. Ringsek mobilnya. Orang sudah berucap innalillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun. Apa yang terjadi? Dosen saya melanjutkan ceritanya, dia berkata, “Saya bingung ada apa saat itu. Belum sadar ada apa. Kemudian saya buka pintu sendiri. Agak sulit karena pintu sudah ringsek. Ketika saya membuka pintu, saya melihat orang-orang terpana pada saya. Saat itu saya hanya lecet-lecet saja. Kemudian saya berangkat ke rumah sakit sendiri.”

Jadi buah yang kedua, kita menghadirkan rasa syukur bahwa urusan kita ini diperhatikan betul oleh Allah. Sampai-sampai makhluk seistimewa malaikat ditugaskan untuk menjaga kita, subhanallah. Maka ini meningkatkan rasa syukur kita kepada Allah.

 

3.      Berhati-hati dalam bersikap.

Karena kita selalu didampingi oleh malaikat pencatat. Sehingga kita berada di tempat serahasia apapun, di tempat yang tertutup semuanya, ingat! Allah berfirman dalam surat Qaaf ayat 18,

 

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

 

Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya Raqib dan Atid. (QS. Qaaf: 18)

 

Setiap ucapan yang terlepas dari mulut kita selalu ada Raqibun Atid. Malaikat yang siap untuk menulis sekecil apapun perbuatan yang kita lakukan. Baik maupun buruk. Dan catatan itu nanti akan disetorkan kepada Allah dan dilaporkan kepadanya dan akan dibeber oleh Allah di hari kiamat nanti. Allah berfirman dalam surat at-Takwir ayat 7,

 

يَوْمَ تُبْلَى ٱلسَّرَآئِرُ

 

Pada hari dinampakkan segala rahasia, (QS. At Takwir: 7)

 

Pada hari itu rahasia akan dibuka. Entah itu rahasia yang baik maupun rahasia yang jelek.

 

Maka buah yang ketiga adalah berhati-hati dalam bersikap. Termasuk berhati-hati dalam bersikap adalah kita tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang mengganggu atau menyakiti orang lain. Karena malaikat akan terganggu dengan perbuatan tersebut. Jadi kalau kita melakukan sesuatu yang mengganggu manusia, malaikat juag terganggu. Dalilnya adalah Hadits Riwayat Muslim, dimana nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

مَنْ أَكَلَ الْبَصَلَ وَالثُّومَ وَالْكُرَّاثَ فَلَا يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا ، فَإِنَّ الْمَلائِكَةَ تَتَأَذَّى مِمَّا يَتَأَذَّى مِنْهُ بَنُو آدَمَ

 

Barangsiapa yang memakan bawang merah, bawang putih dan bawang kurrats, maka janganlah dia mendekati masjid kami, sebab malaikat merasa terganggu dengan bau yang mengganggu manusia. (HR. Muslim 564)

 

Barang siapa diantara kalian baru saja makan bawang merah atau bawang putih atau daun bawang, jangan sekali-kali mendekati masjid kami. Ini makanan-makanan yang baunya menyengat khas, apalagi kalau dimakan segar seperti di berbagai sambal. Alasannya karena malaikat itu terganggu dengan sesuatu yang mengganggu manusia. Berarti kalau manusia terganggu dengan bau jengkol, malaikat juga terganggu. Bau rokok juga menganggu. Jadi jangan dianggap, paling yang terganggu tetangganya atau orang ga dikenal, tapi malaikat! Berarti beriman kepada malaikat ada hubungannya dengan masalah rokok. Ini bukan masalah memaksakan hubungan, cocoklogi. Karena Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengatakan bahwa malaikat akan terganggu dengan sesuatu yang mengganggu manusia.

 

Sekarang manusia terganggu dengan bau rokok. Apalagi maaf, sampai di masjid itu kadang-kadang bau rokok itu masya Allah. Apalagi orang yang merokoknya itu sudah puluhan tahun. Maaf, kalau boleh saya katakan bau mulutnya itu lebih parah dari asbak, karena saya pernah merasakan sendiri ketemu dengan orang yang seperti itu. Maaf ya, maaf. Ini nyata ya. Seperti bau air seni, pesing mulutnya. Karena kerak nikotin dan macam-macamnya sudah puluhan tahun mampir di mulutnya. Saya waktu itu shalat di sampingnya. Hanya shalat di sampingnya itu sudah pusing, apalagi istrinya. Saya nggak habis pikir. Istrinya yang setiap hari bertemu, bertatap muka, ngobrol, bahkan maaf, ciuman. Tahan nafas itu kayaknya. Subhanallah. Tega-teganya. Ibu, senangkah kalau suaminya merokok? Pasti tidak ada yang senang suaminya merokok. Para suami senang istrinya merokok? Pasti Anda akan marah-marah kalau menjumpai istrinya merokok. Tapi kenapa Anda merokok? Kenapa Anda membedakan Anda dengan istri Anda?

 

4.      Berusaha meraih doanya malaikat.

Jadi diantara kebaikan malaikat-malaikat itu suka mendoakan orang-orang yang baik. Supaya manusia didoakan malaikat, lakukan amalan-amalan yang direkomendasikan oleh Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menghasilkan doanya malaikat. Contoh, rajin menuntut ilmu agama, alias rajin ngaji. Rajin ngaji itu akan mengundang doanya malaikat. Malaikat akan mendoakan orang-orang yang rajin ngaji. Dalam hadits Riwayat Abu Dawud dan dinyatakan shahih oleh Imam Ibnu Hibban, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

وإن الملائكةَ لتضَعُ أجنحتها لِطالبِ العلم رِضاً بما يصنع

 

Dan sesungguhnya para malaikat benar-benar meletakkan sayap-sayap mereka untuk para penuntut ilmu karena ridha terhadap apa yang mereka cari.

 

Sesungguhnya malaikat itu, mereka meletakkan sayap mereka di atas tanah dalam rangka untuk menghargai orang-orang yang rajin menuntut ilmu.

 

Malaikat menghargai para penuntut ilmu, bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa malaikat itu meletakkan sayapnya di jalan yang kita lewati. Kita lewat di atas sayapnya malaikat sebagai bentuk penghormatan mereka kepada orang-orang yang gemar menuntut ilmu.

 

وإن العالِمَ ليَسْتَغْفِرُ له من في السمواتِ ومَن في الأرضِ، حتى الحيتانُ في الماءِ

 

Dan sesungguhnya seorang ulama dimohonkan ampunan untuknya oleh semua yang ada di langit dan di bumi, sampai-sampai ikan yang ada di dalam air. (HR. Abu Dawud dan At Tirmidzi)

 

Orang yang berilmu agama akan didoakan oleh seluruh makhluk yang ada di langit dan yang ada di bumi sampai ikan di dasar lautan pun mendoakannya. Makhluk yang di langit adalah malaikat. Berapa jumlah malaikat yang di langit? Dalam hadits Riwayat Tirmidzi dan dinyatakan hasan oleh Syaikhul al Albani,

 

إِنِّي أَرَى مَا لَا تَرَوْنَ، وَأَسْمَعُ مَا لَا تَسْمَعُونَ أَطَّتِ السَّمَاءُ، وَحُقَّ لَهَا أَنْ تَئِطَّ مَا فِيهَا مَوْضِعُ أَرْبَعِ أَصَابِعَ إِلَّا وَمَلَكٌ وَاضِعٌ جَبْهَتَهُ سَاجِدًا لِلَّهِ، وَاللَّهِ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا

 

“Sesungguhnya aku melihat apa yang tidak kalian lihat, aku mendengar sesuatu yang tidak kalian dengar. Langit merintih… dan layak baginya untuk merintih. Tidak ada satu ruang selebar 4 jari, kecuali di sana ada malaikat yang sedang meletakkan dahinya, bersujud kepada Allah. Demi Allah, andaikan kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan sering menangis…” (HR. Ahmad 21516, Turmudzi 2312, Abdurrazaq dalam Mushanaf 17934. Hadis ini dinilai hasan lighairihi oleh Syuaib Al-Arnauth).

 

Setiap jarak empat jari, satu malaikat. Jarak langit ini, setiap empat jari ada satu malaikat . Berapa malaikat? Semuanya mendoakan. Itu baru yang di langit. Yang di bumi, semuanya! Sampai ikan-ikan! Ikan itu hanya sampel. Berarti termasuk seluruh binatang-binatang. Semuanya! Semuanya mendoakan! Jadi sebenernya kalau kita pengen didoakan itu kita ga repot-repot datang ke ustadz. Ustadz juga banyak dosanya, kok. Didoakan malaikat tanpa membayar apa-apa. Yang penting mau Ngaji! Ngaji! Dalami ilmu agama. Dan masih ada amalan lainnya supaya malaikat mendoakan kita. Itu sampel saja. Masih ada amalan-amalan yang lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A Letter to My Younger Self

Kayra dan Gaun Impiannya

#10 HAAAAHHH!!!! ((Kegajeboan))