Rukun Iman 2.4 : Perbedaan Rukun Iman dan Rukun Islam
Rukun iman maupun rukun islam adalah sesuatu yang pokok dalam islam. Namun, rukun iman memiliki perbedaan dengan rukun islam. Para ulama kita menjelaskan sebagaimana disebutkan dalam beberapa kitab, ada Syahrus Sunnah dari Imam al Barbahari, Syarah Shahih Muslim karya Imam Nawawi, Jami’ul ulum wal Hikam karya Imam Ibnu Rajab, bahwa perbedaan mendasar antara rukun islam dengan rukun iman adalah rukun islam itu dominan, identik dengan amalan-amalan lahiriyyah (tampak mata). Sedangkan rukun iman identik dengan amalan yang bersifat batiniyyah (tidak tampak mata). Rukun iman dilaksanakan di dalam hati alias keyakinan.
Perhatikanlah. Amalan-amalan yang merupakan
aspek-aspek rukun islam berupa syahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji
merupakan ibadah-ibadah yang dapat dilihat dan didengar. Oleh karena itu, rukun
islam bersifat lahiriyyah. Sedangkan aspek-aspek rukun iman yang terdiri dari
beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat, para rasul, kitab-kitabnya, dan
takdir merupakan ibadah-ibadah yang tidak bisa dilihat langsung oleh mata.
Amalan-amalan yang merupakan aspek-aspek rukun iman merupakan ibadah hati yang
bersifat batiniyyah. Meski tidak terlihat oleh mata, namun ibadah batiniyyah
merupakan hal yang penting. Karena keyakinan yang ada di dalam hati akan
membuahkan amalan-amalan lahiriyyah. Dan amalan-amalan lahiriyyah yang tidak
dibangun di atas keyakinan yang ada di dalam hati tidak ada gunanya. Contohnya
orang munafik yang melaksanakan shalat, puasa, zakat haji namun tidak beriman
kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Orang munafik memiliki motif
tersembunyi dalam ibadahnya, seperti kepentingan duniawi. Akibatnya, di dalam
Al-Quran Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan tempatnya kaum munafik di
akhirat,
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ
الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا
Sesungguhnya orang-orang munafik itu
(ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali
tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.
Kaum munafikin di hari akhir nanti
tempatnya adalah di dalam dasarnya neraka. Neraka memiliki lapisan dari atas ke
bawah. Ada yang disiksa di permukaan neraka, di tengah-tengah, kemudian neraka
bagian bawah. Kerak deraka diperuntukkan bagi kaum munafik. Shalatnya tidak
bermanfaat di akhirat bagi orang munafik. Itulah bahayanya amalan-amalan
lahiriyyah yang tidak dibangun di atas keyakinan yang benar. Rukun islam
bersifat lahiriyyah, sedangkan rukun iman bersifat batiniyyah. Keterangan para
ulama ini menjelaskan bahwa lahir dan batin itu sama-sama penting. Memperbaiki
lahir penting, memperbaiki batin penting. Tapi fondasinya ada di dalam perbaikan
batin.
Komentar
Posting Komentar