Rukun Iman 2.3 : Dalil Rukun Iman
Rukun iman memiliki dalil. Mayoritas kaum muslimin mengetahui bahwa rukun iman terdiri dari enam aspek, yaitu beriman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab, para rasul, hari akhir, serta qadha dan qadar atau takdir. Keenam rukun iman ini disebutkan di dalam Al-Quran dan hadits nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalil pertama merupakan firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam surat Al-Baqarah ayat 177. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
لَّيْسَ ٱلْبِرَّ أَن تُوَلُّوا۟
وُجُوهَكُمْ قِبَلَ ٱلْمَشْرِقِ وَٱلْمَغْرِبِ
Kebajikan itu bukanlah menghadap wajahmu ke
arah timur dan ke barat,
Kebajikan itu bukan diukur apakah kalian
menghadap ke arah timur atau ke arah barat. Maksudnya, seseorang dinilai
sebagai orang yang baik bukan dari penampilan luarnya. Shalat menghadap kiblat
tidak cukup untuk menentukan tanda baiknya seseorang. Untuk mengukurnya, Allah
melanjutkan dalam firmannya,
وَلَـٰكِنَّ ٱلْبِرَّ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ
وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ وَٱلْكِتَـٰبِ وَٱلنَّبِيِّـۧنَ
Tetapi kebajikan
itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir,
malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi.
Kebaikan itu diukur ketika seseorang
beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat, kitab, dan para nabi. Pada ayat
ini, telah disebutkan lima rukun iman. Aspek beriman kepada qada dan qadar
disebutkan dalam surat al-Qomar ayat 49. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
إِنَّا كُلَّ شَىْءٍ خَلَقْنَـٰهُ بِقَدَرٍ﴿٤٩﴾
Sungguh, kami telah menciptakan segala
sesuatu menurut ukuran.
Sungguh, kami menciptakan segala sesuatu
dengan takdir. Dengan kedua dalil dari al-Quran yang telah disebutkan, maka
aspek rukun iman lengkap enam. Dalil rukun iman juga dapat ditemukan pada
hadits Jibril. Karena haditsnya panjang, maka akan dipotong di bagian yang
memiliki aspek rukun iman.
Di tengah-tengah obrolan, di
tengah-tengah dialog, antara malaikat Jibril dengan nabi kita, Muhammad Shallallaahu
‘alaihi wa sallam, malaikat Jibril bertanya,
قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِيْمَانِ
Kemudian dia bertanya lagi: “Beritahukan
kepadaku tentang iman.”
Kalau dijawab semuanya akan banyak sekali.
Makannya Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab rukun-rukunnya
saja. Beliau menjawab,
قَالَ : أَنْ بِاللهِ, وَمَلاَئِكَتِهِ,
وَكُتُبِهِ, وَرُسُلِهِ, وَالْيَوْمِ الآخِرِ, وَ تُؤْمِنَ بِالْقَدْرِ خَيْرِهِ
وَ شَرِّهِ.
“Iman adalah, engkau beriman kepada
Allah; malaikatNya; kitab-kitabNya; para RasulNya; hari Akhir, dan beriman
kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk.”
Iman itu adalah engkau beriman billaahi
(dengan Allaah), wa malaaikatihi (dengan malaikat-malaikat), wa kutubihi
(dengan kitab-kitabnya), wa rusulihi (dengan rasul-rasulnya), wal yaumil
aakhiri (dengan hari akhir), wa tu’mina bil qadari khayrihi wa syarrihi (dan
yang keenam beriman dengan takdir yang baik maupun yang buruk).
Komentar
Posting Komentar